7 Fakta Bahasa Indonesia Yang Ga Kamu Sadari

22.03

Source: nakita.grid.id

Setiap hari, setiap saat, setiap waktu kamu menggunakan Bahasa Indonesia (walaupun kadang campur-campur dengan bahasa lain :D) dong. Tapi apa kamu ga penasaran dengan fakta-fakta bahasa yang kamu pakai sehari-hari ini? Kali ini Dagelan akan merangkum fakta-fakta mengenai Bahasa kebanggaan kita semua, apa aja yaaa?

 

#1

Source: beplus.id

Penelitian yang dipimpin oleh Hedvig Skirgård, seorang mahasiswa program doktoral di London School of Science and Technology membahas mengenai kualitas rekaman audio bisa memengaruhi perkiraan menebak 78 bahasa yang dimainkan. Hasil studi ini juga menyebut bahasa Indonesia sebagai peringkat ke-10 bahasa yang paling sulit dikenali di dunia loh. Hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia memiliki logat lurus, yaitu logat yang hampir ga berirama saat diucapkan, sehingga membuat banyak orang (yang belum mengenal bahasa ini) kebingungan menentukan asal bahasa yang dimaksud.

 

#2

Source: makassar.terkini.id

Wikipedia Bahasa Indonesia menempati peringkat ke tiga se-Asia setelah Bahasa Jepang dan Mandarin loh. Hal ini disebabkan karena kontributor asal Indonesia yang sangat banyak dan artikelnya yang bervariatif. Sedangkan di Dunia, Wikipedia Indonesia menempati peringkat 26 dari 250 negara di Dunia. Ada 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan terdapat 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.

#3

Source: appleinsider.ru

Orang Indonesia mempunyai lidah paling fleksibel sehingga mudah dalam belajar berbahasa Inggris. Bandingkan dengan orang India, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia saat bicara bahasa Inggris. Sefasih apa pun mereka, dialek bicaranya pasti kental dengan bahasa kebangsaan mereka sendiri.

 

#4

Source: bahasakita.com

Dilansir dari laman Kompasiana, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang kaya akan pengembangan kata-katanya loh. Satu kata bisa dikembangkan menjadi sebuah frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacana. Misalnya kata ‘adil’ dikembangkan menjadi kata berimbuhan, kata majemuk, dan kata ulang. Keadilan, berkeadilan, pengadilan, peradilan, diadili, teradili, dan mengadili, pengadil mewakili kata berimbuhan yang dikembangkan dari kata dasar adil. Dikembangkan menjadi sebuah frasa seperti sedang diadili, akan diadili, telah diadili, mungkin teradili, di peradilan, ke pengadilan, bisa diadili, pasti diadili. Dikembangkan menjadi kata majemuk seperti rumah keadilan, rumah adil, pengadilan tinggi, keadilan sosial. Dikembangkan menjadi kata ulang/reduplikasi seperti keadilan-keadilan, pengadilan-pengadilan. Sebagai perwakilan sebuah klausa, kamu bisa melihatnya pada klausa dia sedang diadili, hari minggu di pengadilan, pergi ke pengadilan, pulang dari pengadilan. 

Sebagai perwakilan sebuah kalimat, kamu bisa menemukannya pada bentuk kalimat Hakim sedang mengadili koruptor itu, Mereka sudah tiba di Pengadilan Jakarta, Mereka memberi keadilan bagi penduduk miskin itu. Sebagai perwakilan paragraf dan wacana, kita dapat menemukan kata-kata adilpada hasil karya tulisan berupa buku

#5

Source: makemac.com

Bahasa Indonesia mempunyai enam vokal  yaitu: a, e, i, o, u, dan e pepet ("eē"), dan tiga diftong (ai, au, oi). Konsonannya terdiri dari: p, b, t, d, k, g, v, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, dan y. Disamping itu, terdapat juga konsonan lain yang hanya muncul dalam kata pinjaman, iaitu: f, v, sy, z, dan kh. Pengejaan bahasa Indonesia sendiri hampir sama dengan bahasa Itali. Sebagai contoh, "t" dibunyikan lebih maju daripada bahasa Inggris (bunyinya kira-kira antara huruf "t" dan "th") serta memiliki sedikit persamaan vokal

#6

Source: satujam.com

Dilansir dari laman Kompasiana, keunikan-keunikan bahasa dapat dilihat pada orang Indian yang menggunakan sistem bahasanya inkoporatif, yaitu bahasa yang ciri ga jelas batasnya dengan ciri kalimatnya. Pada bahasa Inggris dan Arab yang menggunakan sistem bahasanya berflektif, yaitu bahasa yang menggunakan imbuhan dan perubahan bentuk kata karena pengaruh waktu. Pada orang Cina dan Jepang yang menggunakan sistem bahasanya isolatif, yaitu bahasa yang ga mengandung imbuhan. Pada bahasa Indonesia sendiri yang menggunakan sistem bahasanya aglutinatif, yaitu bahasa yang menggunakan imbuhan pada tataran kata. Semua keunikan bahasa itu sekaligus penanda jati diri sebuah bangsa dan ga berlebihan jika kita mengatakan keunikan itu akan berbanding lurus dengan karakter setiap penuturnya.

#7

Source: dschool.net

Susunan kata dasar pada bahasa Indonesia adalah Subjek - Predikat - Objek - Keterangan(SPOK). Berbeda dengan bahasa Inggris, kata kerjanya ga dipengaruh oleh bilangan subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga ga menggunakan kala waktu, biasanya 'waktu' dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan seperti "kemarin" atau "besok" atau penunjuk lain seperti "sudah" atau "belum".

Bagaimana tanggapan kamu tentang ini?



from Dagelan.co https://ift.tt/2PptFFe
via Obat Penumbuh Rambut
Previous
Next Post »
0 Komentar